Daging Sapi di Indonesia

6

Daging Sapi. Daging Sapi Impor yang masuk ke Indonesia sangat merugikan para pengusaha dan peternak sapi di Indonesia.  Padahal tanpa harus impor daging sapi dari Mancanegara seperti Australia, Kebutuhan daging sapi di Indonesia masih bisa dipenuhi oleh para peternak sapi di Indonesia. Mengimpor daging ke Indonesia sama saja mematikan harga daging sapi para peternak lokal. Ini akan sangat membahayakan bagi perekonomia negara ini dimasa yang akan datang. Karna nanti para pengusaha dan peternak sapi tidak ingin kembali membudidayakan sapi lokal seperti Sapi Madura, Sapi Bali dan Sapi Peranakan Ongole.

Daging sapi adalah jaringan otot yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah, penggunaan daging ini berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Sebagai contoh has luar, daging iga dan T-Bone sangat umum digunakan di Eropa dan di Amerika Serikat sebagai bahan pembuatan steak sehingga bagian sapi ini sangat banyak diperdagangkan. Akan tetapi seperti di Indonesia dan di berbagai negara Asia lainnya daging ini banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan seperti sup konro dan rendang. Selain itu ada beberapa bagian daging sapi lain seperti lidah, hati, hidung, jeroan dan buntut hanya digunakan di berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan.

Mengenai Impor Daging Sapi itu sendiri, Direktur Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Riwantoro, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung BI Medan, mengatakan, stok daging sapi di dalam negeri untuk kebutuhan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2011 memadai bahkan surplus 36.689 ton sehingga kalau pun ada impor nantinya, sapi itu untuk kebutuhan di Oktober.
“Stok daging sapi hingga bulan Agustus atau selama Ramadhan ada 50.264 ton yang berasal dari 260.714 ekor hasil ternak lokal dan 52.640 ekor sapi bakalan atau impor. Jumlah itu berlebih 36.689 ton dimana stok daging itu akan dijadikan cadangan untuk bulan September,” katanya.

Dia menuturkan, dengan kondisi stok daging sapi yang memadai itu, tidak diperlukan impor sapi untuk Ramadhan dan Idul Fitri. “Kalau pun nyatanya nanti ada impor, daging itu mungkin untuk kebutuhan hotel dan restoran yang memerlukan daging jenis tersendiri atau untuk stok di Oktober, di mana penggemukan sapi itu harusnya sudah dimulai sejak Agustus,” ungkapnya.

Dia mengakui, Pemerintah Australia sudah membuka kran impor sapi dari Indonesia setelah sebelumnya menghentikan sementara dengan alasan pemotongan hewan di sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Indonesia dinilai sadis. Namun hingga pekan ini belum ada impor sapi yang dilakukan Indonesia.

Sudah seharusnya pemerintah berani tegas untuk tidak mengimpor daging sapi dari Mancanegara seperti Australia, karna kebutuhan daging sapi di Negara ini masih bisa dipenuhi oleh para peternak sapi di Indonesia. Dan kita pun sebagai rakyat dan masyarakat di Negara ini tentunya bangga jika bisa menyelamatkan kualitas dan harga daging sapi peternak kita sendiri.

 

Be Sociable, Share!
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: WordPress Themes | Thanks to best wordpress themes, Find WordPress Themes and Themes Directory